Resensi buku



judul buku: raden dewi sartika
pengarang: deddy armand
penerbit: pustaka kartini
kota terbit: jakarta
tahun terbit: 1988
jumlah hlm: 35

Sinopsis

 Raden dewi sartika lahir di Cicalengka Bandung, 14 Desember 1884. Ayahnya bernama somannagara seorang patih di cicalengka bandung, ibunya bernama raden ayu permanas. sejak kecil dewi sartika bercita cita mendidik anak anak gadis agar menjadi pintar, mampu menjadi ibu rumah tangga yang baik dan mandiri. ketika masih kecil ayahnya dan ibunya dibuang ke ternate karena tidak mau kerjasama dengan berlanda. dewi sartika dititipkan pamannya yang bernama patih aria di cicalengka. belum lama di ternate ayahnya meninggal dunia. ibunya kemudian kembali ke cicalengka. dewi sartika sempat belajar di sekolah dasar. pulang sekolah ia mengumpulkan teman temannya yang tidak bisa sekolah untuk mengajari membaca dan menulis serta ketrampilan yang lain. kakeknya memberikan 2 ruangan yang ada di kantor kepatihan untuk mengajari teman temannya, 1 ruangan untuk belajar membaca dan menulis dan 1 lagi untuk kelas belajar berbagai macam ketrampilan wanita. disinilah pertamakali ia mendirikan "sekolah istri" di jawa barat. ia sangat disenangi murid muridnya. sekolah istri mendapat perhatian besar dari masyarakat bandung.

tahun 1910 sekolah istri berubah nama menjadi "sekolah keutamaan istri" pelajarannya bertambah dan lebih disempurnakan usaha dewi sartika memajukan pendidikan kaum wanita mendapat tanggapan yang baik dan serius dari masyarakat ini terbukti dengan berdirinya sekolah sekolah wanita di beberapa kota di jawa barat seperti garut, puwokerto. pemerintah hindia belanda menaruh perhatian terhadap (sekolah keutamaan istri). banyak pejabat belanda bahkan gubernur belanda datang mengunjunginya. pemerintah belanda kemudian memberi hadiah "bintang perak" pada dewi sartika. pada waktu PD1 "sekolah keutamaan istri" menghadapi macam macam kesulitan terutama keuangan dewi sartika dibantu oleh 2 orang temannya nyonya hilden dan nyonya tidelman untuk menyelamatkan sekolahnya. tahun 1929 sekolah keutamaan istri berubah nama menjadi sekolah raden dewi. meskipun indonesia sudah merdeka tanggal 17 agustus 1945 namun belanda tetap mengajak dewi sartika untuk bekerjasama dengannya namun dewi sartika menolaknya.tanggal 10 desember 1947 dewi sartika wafat dan dimakamkan di cinean. pada tanggal 1 desember 1966 dewi sartika diangkat sebagai seorang pahlawan pergerakan nasional melalui Surat Keputusan Presiden Ri No 252.