SAMAN KARYA AYU UTAMI
Novel ini berkisah tentang empat orang perempuan yang bersahabat dari kecil yaitu bernama Laila, Yasmin, Shakuntala, dan Cok. Perempuan di dalam novel ini memiliki karakter yang berbeda-beda. Laila itu sifatnya lugu tetapi dia menyukai suami sahabatnya sendiri. Yasmin, seorang perempuan yang cerdas bersekolah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia tetapi dia sudah mempunyai suami dan suaminya yang berselingkuh dengan sahabatnya. Shakuntala, sifatnya pemberontak tetapi ia pemberontak yang bertanggungjawab. Cok, sifatnya gabungan dari ketiga teman perempuan ini.
Awal mula cerita ini menggambarkan mengenai pertikaian atau konflik di pertambangan minyak bumi antara Rosano, selaku kepala pengeboran yang biasa disebut sebagai “company man” atau “orang perusahaan” dan Sihar selaku bawahan Rosano dari tim Seismoclypse. Sihar ini tidak menyukai dan membenci Rosano karena sifat sombong dan kesoktahuan Rosano sendiri. Selain itu, dalam novel ini menceritakan empat perempuan yang bersahabat sejak kecil diantaranya Laila, Yasmin, Shakuntala, dan Cok. Di dalam novel ini terdapat hubungan badan yang dilakukan oleh para tokoh-tokohnya. Salah satunya antara Laila dan Sihar. Laila ini mencintai seorang laki-laki yang bernama Sihar yang sudah memiliki istri dan anak. Akan tetapi, karena mereka saling mencintai mereka pun melakukan hubungan yang sebetulnya dilarang. Laila dan Sihar pergi ke New York karena mereka merasa disanan adat budaya disana berbeda dengan di Indonesia. Ia bisa melakukan apapun yang mereka inginkan dengan bebas dan tidak aturan yang banyak seperti di Indonesia. Laila dan Sihar merasa lebih nyaman akan adat budaya yang ada di New York daripada di Indonesia karena mereka merasa terkekang dan merasa terterror akan hukum dan norma yang mereka merasa itu semua menghalangi hubungan yang diinginikan oleh mereka. Kemudian Laila dan Sihar pun kembali ke Indonesia. Ia berpikir dan berharap bahwa Sihar akan memilih istri dan anaknya dan ia tidak mendapatkan cinta Sihar.
Novel ini membahas mengenai penindasan yang dilakukan oleh orang-orang yang lebih tinggi derajatnya “banyak uangnya” kepada orang-orang yang lebih rendah derajatnya karena pada masa itu mereka menganggap bahwa uang adalah segalanya. Dengan uang mereka bisa melakukan hal apapun yang diinginkan selagi mempunyai uang dan merasa derajat mereka lebih tinggi dan bisa seenaknya menindas orang-orang yang derajatnya lebih rendah. Kemudian hadirlah tokoh utama yaitu Saman dengan nama asli Athanasius Wisanggeni. Wis ini sebelum berganti nama menjadi Saman merupakan pastur di gereja. Sewaktu Wis menjadi pastur ada aparat yang ingin mengambil tanah di sekitar gereja tetapi Wis tidak mau dan masyarakat tidak mau tanahnya dibeli oleh aparat. Akhirnya, Wis keluar dari gereja itu dengan jalannya sendiri kemudia namanya menjadi Saman seorang aktivis LSM.
Saman yang bermula mempunyai sifat religius dia berubah menjadi seorang laki-laki yang berpikiran bebas, tidak seperti saat ia menjadi pastur. Saman sebagai seorang yang membela hak-hak orang-orang yang tertindas itu sendiri. Saman dapat menggerakan mata masyarakat bahwa pentingnya sebuah keadilan. Kedudukan laki-laki dan perempuan itu sama. Perempuan memiliki pekerjaan yang sama dalam segi apapun dan berhak mendapatkannya dalam hidup dan kehidupannya. Perempuan tidak bisa dianggap remeh dimana pun. Emansipasi wanita sangat dibutuhkan dalam menegakkan keadilan antara keburukan perempuan dan laki-laki itu sendiri. Saman akhirnya bertemu kembali dengan empat perempuan yang pernah jadi teman masa kecilnya. Seiring berjalan nya waktu ternyata Wis jatuh cinta dengan Yasmin.
Novel ini sangat bagus dan menarik untuk dibaca merupakan salah satu karya sastra dengan kritik yang berani. Di dalam novel terdapat konflik yang tidak bertele-tele serta penggambaran karakter setiap masing-masing tokoh jelas. Penulisan dalam novel Saman penuh dengan kiasan dan perumpamaan. Novel Saman telah diterjemahkan ke dalam delapan bahasa asing yakni Inggris, Belanda, Jepang, Prancis, Ceko, Italia, dan Korea.
Kekurangan:
Dalam Novel ini banyak menggunakan kata kata yang terlalu vulgar. Novel ini mengandung konten dewasa sehingga tidak diperuntukkan dan dibaca oleh anak-anak.
Novel ini membahas mengenai penindasan yang dilakukan oleh orang-orang yang lebih tinggi derajatnya “banyak uangnya” kepada orang-orang yang lebih rendah derajatnya karena pada masa itu mereka menganggap bahwa uang adalah segalanya. Dengan uang mereka bisa melakukan hal apapun yang diinginkan selagi mempunyai uang dan merasa derajat mereka lebih tinggi dan bisa seenaknya menindas orang-orang yang derajatnya lebih rendah. Kemudian hadirlah tokoh utama yaitu Saman dengan nama asli Athanasius Wisanggeni. Wis ini sebelum berganti nama menjadi Saman merupakan pastur di gereja. Sewaktu Wis menjadi pastur ada aparat yang ingin mengambil tanah di sekitar gereja tetapi Wis tidak mau dan masyarakat tidak mau tanahnya dibeli oleh aparat. Akhirnya, Wis keluar dari gereja itu dengan jalannya sendiri kemudia namanya menjadi Saman seorang aktivis LSM.
Saman yang bermula mempunyai sifat religius dia berubah menjadi seorang laki-laki yang berpikiran bebas, tidak seperti saat ia menjadi pastur. Saman sebagai seorang yang membela hak-hak orang-orang yang tertindas itu sendiri. Saman dapat menggerakan mata masyarakat bahwa pentingnya sebuah keadilan. Kedudukan laki-laki dan perempuan itu sama. Perempuan memiliki pekerjaan yang sama dalam segi apapun dan berhak mendapatkannya dalam hidup dan kehidupannya. Perempuan tidak bisa dianggap remeh dimana pun. Emansipasi wanita sangat dibutuhkan dalam menegakkan keadilan antara keburukan perempuan dan laki-laki itu sendiri. Saman akhirnya bertemu kembali dengan empat perempuan yang pernah jadi teman masa kecilnya. Seiring berjalan nya waktu ternyata Wis jatuh cinta dengan Yasmin.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:Novel ini sangat bagus dan menarik untuk dibaca merupakan salah satu karya sastra dengan kritik yang berani. Di dalam novel terdapat konflik yang tidak bertele-tele serta penggambaran karakter setiap masing-masing tokoh jelas. Penulisan dalam novel Saman penuh dengan kiasan dan perumpamaan. Novel Saman telah diterjemahkan ke dalam delapan bahasa asing yakni Inggris, Belanda, Jepang, Prancis, Ceko, Italia, dan Korea.
Kekurangan:
Dalam Novel ini banyak menggunakan kata kata yang terlalu vulgar. Novel ini mengandung konten dewasa sehingga tidak diperuntukkan dan dibaca oleh anak-anak.
.png)
0 Komentar