PRISONER  OF  UR  HEART

         Pada suatu ketika ada seorang perempuan cantik ia bernama Elaine. Kedatangan Elaine ke Sydney untuk kuliah. Elaine yang ingin hidup mandiri di Sydney tidak bias menerima kenyataan bahwa mamanya mengutus anak sahabatnya yang bernama Febian untuk menjaga Elaine selama berada di Sydney.

            Awalnya Elaine bersikap tidak ramah terhadap Febian yang dianggapnya seperti “baby sister”. Apalagi mereka ternyata satu kampus dan menempati kompleks apartemen yang sama. Febian tentu  lebih leluasa memantau dan melaporkan segala aktivitas yang Elaine lakukan, dan juga mengatur apa saja yang boleh atau tidak boleh dilakukannya. Elaine merasa terpenjara di dalam hidupnya sendiri.

             Tapi seiring sejalannya waktu, Elaine mulai jatuh cinta kepada Febian. Febian adalah sosok laki-laki yang memang ganteng, pintar, dan ternyata adalah sosok penulis yang berbakat. Elaine pun tidak bertepuk sebelah tangan karena Febian juga jatuh cinta kepada Elaine karena Elaine mirip dengan adiknya Febian yang sudah meninggal dunia yang bernama Jean.

          Namun semua itu tidak seindah yang dipikirkan oleh Elaine, mengapa?? Karena Febian jatuh sakit. Sakit yang awalnya dikira hanya demam dan segera sembuh tapi sakit itu berkelanjutan. Selama Febian sakit, Elaine dengan setia merawat Febian dengan baik. Maka itu yang membuat  Febian semakin jatuh cinta kepada Elaine.

         Pada keesokan harinya Febian berobat kerumah sakit. Setelah dilakukannya pemeriksaan dan operasi kecil, akhirnya ketahuan Febian menderita penyakit leukemia. Mengetahui dirinya menderita penyakit leukemia dia memutuskan untuk menjauh dari Elaine karena dia tidak mau kalau Elaine mengetahui penyakit yang diderita oleh Febian. Karena Febian tidak bias menjanjikan masa depan kepada Elaine dan Elaine pantas mendapatkan yang lebih baik daripada Febian.

            Akhirnya Febian pun menghindar dari Elaine karena Elaine sudah mengetahui penyakit yang diderita oleh Febian yaitu Leukimia. Elaine sangat terpuruk sekali karena dia cemas dengan keadaan Febian sekarang. Febian pun menjauh dari hadapan Elaine.

        Namun Elaine sangat sedih sekali karena orang yang dicintainya harus menjauh dari hidupnya. Karena Febian tidak mau orang yang dicintainnya harus menderita dan tidak punya masa depan yang baik. Dia tidak mau melihat Elaine menjadi sedih dan terpukul. Dan Febian pun harus pergi meninggalkan Febian untuk bertemu dengan tantenya.

         Pada saat beberapa bulan Febian melakukan pengobatan bersama mamanya di Jakarta. Dan Elaine sangat sedih tetapi di harus semangat untuk mencapai cita-citanya. Pada saat melakukan performen Elaine sangat percaya diri dia membayangkan  Febian ada disampingnya dengan menyemangati Elaine.

         Saat performen sudah selesai dia sangat kagum dengan dirinya dan ketiga sahabatnya juga bangga terhadap Elaine. Dan Elaine bersama ketiga sahabatnya merayakan atas keberhasilan film mereka. Saat Elaine pulang ke apartemenya ada seseorang yang memanggil di yaitu Jack.

          “Elaine……Elaine…..” kata Jack. Elaine langsung menoleh kebelakang, Ada apa Jack? Ini ada paket untukmu Elaine. Terima kasih Jack, Sama-sama Elaine. Elaine langsuk masuk dan membersihkan seluruh badan. Saat Elaine sudah selesai nenbersihkan dia langsung membuka paket yang diberikan oleh Jack.

            Elaine terkejut saat membuka surat itu ternyata surat itu dari mama Febian. Saat Elaine membaca suratnya Elaine menangis dan ia tidak tau apa yang mama Febian katakan kepada Elaine. Hati Elaine sangat sedih dan terpuruk sekali saat mendapatkan surat dari mama Febian.

              Namun Elaine tetap semangat dalam menghadapi rasa sakit yang dideritannya yaitu Elaine sangat susah melupakan Febian orang yang sangat dicintainya sampai akhir ayatnya. Elaine harus semangat dalam menjalani kuliahnya di Sydney untuk mencapai masa depannya.

             Dan pada akhirnya beberapa tahun itu Elaine selasai kuliahnya di Sydney dia langsung pergi ke Jakarta untuk menemui pangeran yang sangat dicintaiinya. Pangeran itu bernama Febian. Pada keesokannya hariinya saat Elaine sudah sampai ke Jakarta Elaine langsung kerumah Febian.

              Saat sampai di rumah Febian, Elaine sangat senang sekali karena orang yang dicintaiinya bener-bener ada di dekatnya dan dia juga tidak percaya kalau Febian benar-benar ada di rumh itu. Saat Elaine masuk kerumahnya dan melihat Febian, Elaine langsung memanggil Febian “Febian….Febian” . Febian kaget saat mendengar suara itu dia tidak percaya kalau Elaine ada disini. Dan pada akhirnya Febian dan Elaine hidup bersama dengan bahagia.