Tema
Pembukaan
Isi
Dini menceritakan perjalanannya menuju Prancis bersama suaminya yang bernama Yves dan anaknya Lintang yang masih balita. Sebelum pergi ke Prancis, mereka menetap sebentar di Athena dan menikmati liburan sebentar disana. Dini pergi ke tempat-tempat bersejarah yang ada disana, sedangkan suaminya hanya bisa menetap di hotel karena masalah pencernaan. Setelah puas menikmati keseharian sebagai turis, mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju Roma. Setelah mendarat di Roma sebentar, mereka kembali melanjutkan perjalanan dan terbang ke Genewa, kemudian menaiki kereta api menuju Rolle. Setibanya di Rolle mereka memutuskan akan tinggal sebentar di sana dengan menyewa sebuah apartemen. Yves harus pergi ke Paris untuk mengurus pekerjaannya selama dua pekan dan Dini menghabiskan keseharian nya di Rolle dengan mengurus anak dan menulis. Periode masa tinggal di negeri Swiss berakhir dengan perjalanan ke Basel, ke rumah sahabat baru Dini, Anne. Kemudian mereka menaiki kereta api menuju Paris.
Setibanya di Paris, mereka dijemput oleh pemilik apartemen yang nantinya akan mereka tinggali selama disana. Apartemen itu terletak di Versailles dan kurang lebih empat puluh lima menit kemudian, kendaraan memasuki gerbang sebuah bangunan tua. Dini turun dari kendaraan yang mereka tumpangi dan melihat apartemen yang nantinya akan mereka tempati. Tempat itu ternyata baru saja direnovasi dan keadaannya tidak baik. Kekecewaan demi kekecewaan yang datang kepadanya membuat Dini malas berbicara. Ia terpaksa menyebut tempat itu sebagai rumah dan mulai menjalani kesehariannya di apartemen itu.
Hari demi hari berlalu dan tak terasa mereka sudah tinggal disana selama tujuh bulan, terhitung dari bulan Oktober sampai dengan April. Di bulan Mei, Yves memberikan berita bahwa dirinya akan ditugaskan ke Kamboja. Dini dan suaminya hampir bertengkar karena secara sepihak suaminya itu memutuskan bahwa Dini dan Lintang akan menaiki kapal menuju Saigon, sedangkan Yves akan berangkat dan tiba di Kamboja duluan karena memiliki banyak urusan. Tiba pada hari keberangkatan, Dini diantar oleh suaminya dan saudara sepupu suaminya. Saat naik ke kapal, Dini langsung dilayani oleh para pelayan disana. Dini pun merapikan barang-barangnya dan mulai menikmati suasana kapal. Keesokan harinya saat sedang mencari ruang cucian, Dini tidak sengaja membuka pintu dan mengenai seseorang. Orang itu ternyata adalah seorang kapten di kapal itu yang bernama Delrouin. Paras kapten Delrouin membuat Dini terpesona. Di sinilah permulaan dimulainya hubungan gelap yang mereka jalin. Mereka menghabiskan waktu bersama di kapal, sampai pada akhirnya Dini sampai di Saigon.
Setibanya Dini di rumah dinas, suaminya kembali membuat dirinya kesal dengan sikap egoisnya. Dini pun kembali menjalani kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan istri dari seorang diplomat. Suatu hari Dini menerima telepon dari kapten Delrouin. Karena hal itu ia sangat senang. Bagaikan baterai yang sudah terisi dayanya, ia kembali semangat dan menjalani hari-harinya dengan baik. Beberapa minggu kemudian saat Dini sedang berlibur bersama temannya, ia tidak sengaja memergoki suaminya bermesraan dengan wanita lain di restoran sebuah hotel. Karena hal itu Dini menjadi sangat marah kepada suaminya itu. Tetapi ia tetap melanjutkan perjalanannya dan memutuskan untuk tidak pulang ke rumah selama seminggu. Dini menelepon pengasuh anaknya dan meminta dirinya untuk menjaga anaknya selama seminggu, dan agar pengasuh anaknya itu dan para pembantu di rumah tidak membocorkan keberadaan Dini kepada suaminya.
Di tengah perjalanannya, Dini menerima telepon dari kapten Delrouin yang menyatakan bahwa kapten Delrouin sedang berada di Vietnam. Beberapa hari kemudian Dini dan teman-temannya berpisah dan Dini diantar oleh rombongannya ke Kedutaan Indonesia. Dini bertemu sebentar dengan kenalannya kemudian diantar oleh mobil kedutaan ke Hotel Caravelle yang terletak di Rue Cattina. Saat baru memasuki hotel, Dini ditarik oleh seseorang ke dalam pelukannya, dan ternyata orang itu adalah kapten Delrouin. Mereka akhirnya menginap bersama di hotel itu. Kemudian kapten Delrouin mendapatkan pekerjaan pada sebuah kapal yang melayani jasa angkutan jarak dekat Saigon-Sihanoukville-Saigon-Hongkong dan seterusnya selama tiga bulan. Kapten Delrouin pun mengajak Dini untuk ikut bersamanya. Mereka pun menghabiskan waktu bersama di kapal itu. Sesekali Dini menelepon pengasuh anaknya untuk mengetahui kabar anaknya. Sesudah berlayar selama 16 hari, akhirnya mereka turun di Saigon dan berpisah. Sebelum berpisah kapten Delrouin membelikan sebuah perhiasan sebagai pengingat akan dirinya untuk Dini.
Dini pun kembali ke Phnom Penh dan sudah siap untuk menghadapi lelaki yang pernah ia pilih sendiri dan menjadi bapak dari anaknya. Sesampainya di rumah, Dini menyapa para pembantu rumahnya dan langsung memeluk anaknya. Dini kemudian membongkar kopernya untuk memisahkan oleh-oleh dan baju kotor. Suaminya kemudian datang dan menghampiri Dini, ia menjadi sangat ramah dan langsung memeluk istrinya itu. Dini kemudian membagikan oleh-oleh yang dibawanya tanpa memperdulikan suaminya. Pada malam harinya, karena kesal dengan suara musik suaminya yang berisik, Dini pun memutuskan untuk tidur di kamar Lintang. Keesokan paginya, suaminya marah karena Dini tidur di kamar Lintang dan takut reputasinya tercoreng. Mereka sempat berdebat tetapi kemudian suaminya keluar dan membanting pintu kamarnya. Setelah menyelesaikan urusannya, Dini memutuskan untuk membicarakan hal tersebut dengan suaminya. Dini memberikan dua pilihan kepada suaminya itu. Pilihan pertama adalah tetap menjadi istri tetapi hanya sebagai rekan yang mengurus rumah tangganya, dan pilihan kedua yaitu bercerai. Tiga hari kemudian suaminya mengeluarkan keputusan nya bahwa ia ingin Dini tetap menjadi istrinya.
Kehidupan menjadi istri seorang diplomat ia mulai lagi. Bertemu dengan para orang penting dan menjamu mereka di rumahnya. Dini tetap berhubungan dengan kapten Delrouin dan sekali-kali bertemu dengannya. Pada bulan April suasana politik di Kamboja memanas dan datang banyak sekali keluhan dari rakyat. Yves yang mengurus para warga negara Prancis terlihat jauh lebih baik daripada saat melakukan perannya sebagai suami. Akhirnya pada bulan Juli, setelah musim hujan usai, mereka akan kembali berpindah negara. Mereka akan pergi ke Indonesia, lalu ke Jepang, kemudian ke Prancis. Sebelum pergi ke Indonesia mereka singgah ke rumah kenalan Yves dan untuk terakhir kalinya menikmati suasana Kamboja.
Tokoh dan Penokohan
- Dini : Seorang istri yang baik, penyabar, dan lembut. Walaupun memiliki suami yang egois dan kasar, ia tetap menghormati keputusan suaminya dan menjalankan tugasnya sebagai istri.
- Yves : Seorang suami yang kasar, pelit, dan egois. Yves tidak menjalankan tugasnya sebagai seorang suami sebagai mestinya dan hanya memperdulikan dirinya dan pekerjaannya.
- Delrouin : Seorang pria yang baik, ramah, dan lembut. Meskipun hubungan yang ia jalani dengan Dini merupakan hubungan gelap, tetapi dirinya sendiri merupakan pribadi yang baik dan lembut, terbukti dengan caranya memperlakukan Dini.
- Lintang : Seorang anak yang penurut dan tidak rewel, walaupun ditinggal oleh ibunya selama lebih dari dua minggu, ia tetap berada dalam keadaan yang baik.
Setting/Latar
Negara Prancis dan Kamboja pada tahun 1962-1963
Nilai-Nilai Kehidupan
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan :
Memiliki penuturan cerita yang lembut dan tenang, serta mampu mendeskripsikan suasana dan tempat dengan sangat jelas. Pembaca dapat memahami situasi yang terjadi dengan baik dan ikut merasakan suasana yang ada didalam cerita. Walaupun memiliki alur cerita yang maju mundur, tetapi pembaca masih dapat memahami dengan baik cerita yang disampaikan.
Kekurangan :
Cerita yang terkadang terasa sangat panjang dan bertele-tele. Pembaca yang membaca novel ini dapat merasa bosan atau jenuh dengan cerita yang disampaikan.
Penutup
Penuturan cerita yang baik menjadikan novel ini mudah untuk dibaca walaupun menggunakan bahasa yang formal. Novel ini dapat menggambarkan kehidupan dalam berumah tangga serta konflik yang dapat terjadi di dalamnya. Novel ini juga memiliki nilai-nilai yang penting untuk diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari seperti kesabaran dan pengendalian emosi.

0 Komentar