Judul:
KAPAI KAPAI

Penulis:
Arifin C. Noer

Penerbit:
Dunia Pustaka Jaya

Tahun terbit:
1984

Jumlah halaman
38

Ukuran buku:
14,5 x 21cm

Harga buku:
Rp56.000,00

ISBN:
-

Cetakan:

Ketiga

Tema:
Kisah tentang tokoh Abu yang berusaha mencari ‘Cermin Tipu Daya’ untuk mendapatkan kebahagiaan.

Pembukaan:
Tokoh Abu yang sedang mendengarkan ibunya tentang Sang Pangeran dan Sang Putri yang berhasil selamat dari pengepungan istana. Abu yang masih kecil itu selalu bertanya mengenai “apakah mereka bahagia?” kepada Emaknya. Lalu, sang ibu akan menjawab mereka bahagia dengan bantuan dari Cermin Tipu Daya. Ia bercerita bahwa cermin itu bisa membuat orang-orang bahagia dan terkabul semua keinginannya. Hal ini membuat Abu kagum dan tertarik dengan cermin itu.

Isi:
Abu yang merupakan seorang pesuruh selalu mengingat akan menceritakan yang diceritakan Emaknya itu. Ia sebenarnya memiliki istri bernama Iyem dan anak-anak yang sering mati karena kemiskinan. Semakin tua ia merasa lelah dengan kehidupan. Abu lantas mengajak istrinya untuk pergi ke toko milik Nabi Sulaiman. Berbekal kegigihan itu, mereka berdua pergi mengembara demi mendapat Cermin Tipu Daya. Abu dan Iyem memulai perjalanan dan berubah menjadi gelandangan. Mereka kehabisan semua harta yang dimiliki. Usia yang sudah terbilang cukup tua membuat mereka menjadi mudah lelah. Iyem yang sudah lelah, memutuskan untuk berhenti dan tidak ingin mencari Cermin Tipu Daya lagi. Meskipun demikian, Abu tetap pada pendiriannya dan melanjutkan perjalanan. Nahas ternyata di jalan ia bertemu dengan gelandangan yang sedang merebutkan makanan. Mereka menyerang Abu, sehingga melukai. Iyem yang menemukan Abu itu lalu meminta pertolongan.

Tokoh dan Penokohan:
Abu: pemalas, labil, suka berkhayal, mudah terpengaruh oleh kesenangan sesaat, berusaha mencari kebahagiaan dengan segala cara yang positif

Iyem: pasrah, penurut, dan mudah menyerah

Emak: pandai mempengaruhi dan penyayang

Kakek: baik hati, berusaha membimbing Abu untuk hidup berdasarkan tuntutan agama

Para gelandangan: serakah dan suka mencuri

Latar

Istana, kantor, dan gua

Nilai-nilai

Agama, tokoh Nenek yaitu orang tuanya Novia menasihati seraya memohon kepada Tuhan agar anaknya Novia mempelajari rumah tangga dari ayah dan ibunya. Meskipun Nenek tahu saat ini hubungan novia dan suaminya sedang tidak baik, tapi ada sebaiknya Novia berpikir secara kepala dingin dalam menyikapi dan mengambil tindakan. Nenek pun memohon kepada Tuhan agar Novia tidak mengambil tindakan yang salah. Dari kutipan di atas juga terdapat pesan moral bahwa orangtua yang menyayangi anaknya pasti akan selalu mendoakan anak. Seperti yang kita ketahui juga bahwa doa orangtua merupakan sesuatu yang paling mulia kedudukannya dimata Tuhan.


Perjuangan, tokoh Abu ini memiliki daya juang yang tinggi terlihat jelas ketika Abu dan Iyem pergi mengembara mencari cermin tipu daya dengan cara pergi keujung dunia. Meskipun Abu tahu bahwa sangat sulit baginya untuk mendapatkan Cermin Tipu Daya itu, entah kemana tapi Abu tetap berjuang dengan sungguh-sungguh tanpa pantang menyerah untuk mendapatkan Cermin Tipu Daya itu karena baginya Cermin Tipu Daya bisa membawanya kepada kebahagian. Sikap pantang menyerah juga terdapat pada tokoh Abu yang terus mencari keberadaan cermin tipu daya itu.


Sosial, Bulan membantu Abu dengan cara mencegah Emak agar Emak tidak terlalu membuai Abu dengan dongeng dan harapan semu, sikap tolong menolong adalah hal yang harus dilakukan oleh sesama manusia jika ada orang lain yang kesusahan, dari kutipan dialog Bulan dia digambarkan adalah seorang wanita yang baik dan kasihan dengan kehidupan Abu yang tergolong dari masyarakat kelas bawah Bulan ingin membantu Abu walaupun dengan cara hanya menghibur, tolong menolong juga termasuk sikap yang sangat mulia terhadap sesama manusia. Tolong menolong antar sesama salah satunya pada kutipan berikut ini.

Kelebihan

Alur cerita mudah dipahami

Bahasa yang digunakan puitis

Pembangunan karakter yang bagus

Jalan cerita tersusun rapi

Kekurangan

Banyaknya kaidah/bahasa yang kurang familiar.

Penutup

Pada akhirnya Abu meninggal dan berhasil menemukan surga di mana Nabi Sulaiman tinggal.Kisah perjalanan Abu selesai pada tahun 1980. Beberapa hal berikut yang perlu diperhatikan dalam naskah drama ini.