Resensi Novel
Judul Buku : Saman
Penulis : Ayu Utami
Tahun Terbit : 2002
Jumlah Halaman : 216 hlm
Ukuran Buku : 14,5 x 20 cm
Harga Buku : -
ISBN : 9799023173
Cetakan : -
Novel ini dibuka dengan pencarian seorang pemberontak politik bernama Saman. Intrik pencarian ini mengundang pembaca untuk menjelajahi dunia yang penuh dengan misteri, ketidakpastian, dan pertanyaan filosofis.
Pembukaan
Novel ini ditulis Justina Ayu Utami atau hanya Ayu Utami(lahir di Bogor, Jawa Barat, 21 November 1968; umur 51 tahun) adalah aktivis jurnalis dan sastrawan berkebangsaan Indonesia. Ia besar di Jakarta dan menamatkan kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor, Matra, Forum Keadilan, dan D&R.
Isi
Secara singkatnya novel ini menceritakan empat sahabat, yang terdiri dari Laila, Yasmin, Cok, dan Skhuntala yang memiliki permasalahan masing-masing. Laila yang terlanjur mencintai Sihar, lelaki beristri. Yasmin, perempuan paling sempurna di antara persahabatan mereka tetapi harus mencintai Saman juga pria yang sekaligus dicintai sahabatnya Laila, dan ia harus selingkuh di belakang suaminya, Skuntala yang memiliki masalah dengan keluargnya, ia yang tidak disukai karena perilakunya yang pemberontak. Dan yang terakhir ialah Cok, yang merupakan binal, sering bergunta-ganti pasangan. Kedua di antara mereka harus berurusan dengan Athanasius Wisanggeni atau dikenal dengan nama Saman. Ia adalah lelaki yang dicintai Laila sekaligus juga Yasmin. Saman merupakan seorang dari masa lalu mereka berempat, sebelum Laila mencintai lelaki beristri. Cerita ketidakadilan yang digambarkan oleh Ayu Utami dimulai dari kehidupan Saman saat ia menjadi pastur untuk menjadi parokialnya di suatu daerah, namun ia memilih untuk transmigrasi ke Perabumulih, di mana tempat tersebut ialah tempat kelahirannya.
Tokoh dan Penokohan
Laila: rela berkorban, baik
Sihar: kurang imajinasi, lambat, serius
Saman: pemberani, kreatif(banyak ide)
Yasmin: Pintar
Nilai-Nilai dalam Novel SAMAN
Nilai sosial
Nilai budaya
Nilai moral
Nilai pendidikan
Kelebihan
1. Kekuatan Naratif: Ayu Utami memikat pembaca dengan bahasa yang indah dan narasi yang mendalam.
2. Penggabungan Tema: Kemampuan penulis untuk menyatukan isu-isu sosial dan spiritual menciptakan kisah yang kaya dan mendalam.
Kekurangan
1. Kompleksitas Cerita: Bagi beberapa pembaca, kompleksitas cerita dan alur yang melompat-lompat mungkin menjadi tantangan.
2. Pemberian Informasi Berlebihan: Beberapa bagian novel mungkin memberikan informasi berlebihan, menyulitkan pembaca untuk memilah dan memahaminya.
Penutup
"Saman" adalah karya seni sastra yang memikat dan memprovokasi pemikiran. Dengan karakter-karakter yang kuat dan penceritaan yang intens, Ayu Utami berhasil menciptakan warisan sastra yang relevan dan mendalam. Meskipun beberapa pembaca mungkin merasa terintimidasi oleh kompleksitasnya, keberanian penulis untuk mengangkat isu-isu penting membuat "Saman" menjadi salah satu karya sastra Indonesia yang tak terlupakan.

0 Komentar