Penulis: Sir Arthur Conan Doyle
Tahun Terbit: 2019
Penerbit: PT Gramedia
Jumlah Halaman: 232 hlm
Tema
Novel ini bercerita tentang kasus-kasus dengan jumlah 9 kasus yang ditangani oleh Sherlock Holmes sebagai detektif yang diceritakan melalui sudut pandang sahabatnya yang menjadi rekan Sherlock Holmes dalam menangani kasus yaitu Watson
Pembukaan
Novel ini ditulis oleh Sir Arthur Conan Doyle yang lahir pada tanggal 22 Mei 1859 di Edinburgh, Britania Raya. Ia seorang lulusan Universitas Edinburgh Jurusan Kedokteran. Ia telah mengeluarkan sejumlah cerita serial Sherlock Holmes dalam bentuk novel maupun cerita pendek (cerpen) dalam bahasa inggris yang merupakan versi asli dari cerita ini yaitu:
- Sherlock Holmes A Study In Scarlet - Penelusuran Benang Merah (1887)
- Sherlock Holmes The sign of Four - Empat Pemburu Harta (1890)
- The Adventures of Sherlock Holmes - Petualangan Sherlock Holmes (1892)
- The Memoirs of Sherlock Holmes - Memoir Sherlock Holmes (1894)
- The Hound of The Baskervilles - Anjing dari Baskervilles (1901-1902)
- The Return of Sherlock Holmes - Kembalinya Sherlock Holmes (1905)
- The Valley of Fear - Lembah Ketakutan (1914-1915)
- His Last Bow - Salam Terakhir Sherlock Holmes (1917)
- The Case Book of Sherlock Holmes - Buku Kasus Sherlock Holmes (1921)
Isi
Dalam novel ini terdapat 8 judul cerita yang berjudul Petualangan di Wisteria Lodge, Misteri Kotak Kardus, Petualangan Lingkaran Merah, Kasus Pencurian Rancangan Kapal Selam Bruce-Partington, Petualangan Detektif Sekarat, Misteri Hilangnya Lady Frances Carfax, Petualangan Kaki Setan, dan Salam Terakhir Penutup Semua Kisah Sherlock Holmes.
Cerita utama dalam novel ini ada pada judul cerita terakhir yaitu Salam Terakhir Penutup Semua Kisah Sherlock Holmes yang bercerita pada saat Inggris dalam masa peperangan. Sang detektif Sherlock Holmes yang sudah mulai memasuki masa senjanya ia menekuni hal barunya yaitu menjadi filsafat sambil beternak lebah dan ia sudah menolak banyak tawaran untuk menangani kasus kriminal dikarenakan niat dirinya yang ingin pensiun. Hingga pada suatu saat Perdana Menteri meminta bantuan sang detektif secara langsung untuk menangani kasus yang mempertaruhkan keutuhan negara karena ada mata-mata Jerman yang berkeliaran di Inggris dan mengambil data-data negara. Sherlock Holmes pun menerima tawaran tersebut dan menyelesaikan masalah ini bersama sahabatnya watson. Keberhasilan dalam kasus ini dimulai pada saat dimana tiba-tiba Von Bork yang merupakan mata-mata Jerman ini dicekik dari belakang dan Sherlock Holmes dan Watson berhasil menangkap orang Jerman tersebut dan mempermalukannya dengan sangat lucu. Akhir dari cerita ini juga sangat menghibur karena setelah Sherlock Holmes dan Watson membawa sang mata-mata Jerman itu dan mengobrol untuk beberapa saat lalu mereka menghidupkan mobil dan pergi membawa Von Bork dan Sherlock Holmes ingin cepat cepat pergi karena ingin mencairkan cek yang didapatnya dari Von Bork saat menangani kasus ini karena ia tahu yang mengeluarkan cek tersebut ingin memblokirnya kalau hal tersebut bisa dilakukan oleh Von Bork.
Selain cerita itu ada juga cerita yang menurut saya cukup menarik dan menghibur saat membacanya cerita Kasus Pencurian Rancangan Kapal Selam Bruce-Partington dan juga petualangan kaki setan yang dimana cerita tersebut memiliki alur yang sangat sulit ditebak dan juga akhir dari masalah yang menarik. Selain itu juga ada cerita Petualangan Detektif yang Sekarat karena kasus ini ditangani dengan cara yang cukup unik dimana Sherlock Holmes berpura-pura sekarat yang selain menipu dari pelaku utama dari kasus itu ia juga sampai membuat sahabatnya Watson mengira bahwa ia benar-benar sekarat.
Tokoh dan Penokohan
- Sherlock Holmes: berpikir kritis, tidak mengambil keputusan terlalu cepat, selalu menganalisis, cinta negara, suka bercanda, dan cerdas
- Watson: gegabah, berpikir kritis, setia, dan suka terburu-buru
Nilai-Nilai Dalam Novel
- Nilai moral: dalam novel ini nilai moral dapat diambil dalam sang karakter utama itu sendiri karena dalam menangani kasus ia selalu mencari bukti bukti terlebih dahulu dibanding menunjuk pelaku atas rasa curiga/ingin menyelesaikan kasus cepat cepat.
- Nilai agama: dalam novel ini nilai agama terdapat dalam cerita Petualangan Kaki Setan dimana tidak semua hal buruk merupakan perlakukan dari setan dan percaya pada karunia Tuhan.
- Nilai nasionalisme: dalam novel ini nilai nasionalisme dapat ditemukan dimana saat Sherlock Holmes yang sudah tidak ingin menangani kasus kriminal kembali menangani kasus lagi karena melibatkan keutuhan negara.
Kelebihan
Novel ini sangat menarik karena setiap kasusnya memiliki alur yang tidak terduga dan juga sulit ditebak. Selain itu juga novel ini dapat membuat imajinasi pembacanya membayangkan dan terasa masuk kedalam cerita meskipun alurnya cukup sulit ditebak namun dalam menceritakan perjalanannya dalam menangani kasus dibuat terasa sepet lambat sehingga dapat akan dapat membayangkan kasus ini.
Kekurangan
Meskipun jalan/alur cerita yang sulit ditebak dapat menjadi kelebihan dalam beberapa cerita penggunaan alur maju mundur dalam beberapa cerita juga dapat menjadi boomerang tersendiri karena dapat membingungkan pembaca dan juga terjemahan bahasa yang cukup kaku membuat sulit dalam membaca novel ini.
Penutup
Novel ini mengajarkan bahwa dalam menghadapi masalah janganlah mengambil keputusan terlalu cepat melainkan berpikirlah terlebih dahulu dengan baik-baik sebelum akhirnya menentukan keputusan dan mengajarkan juga teman yang baik adalah teman yang selalu setia dan juga selalu membantu.

0 Komentar