SARASWATI
Penulis : A A. Navis
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2002
Jumlah Halaman : 136 Halaman
Ukuran Buku :14 ×21 sm
ISBN : 979 - 686 - 680 - 3
Tema
Novel ini menceritakan kisah seorang wanita bisu-tuli bernama Saraswati yang berusaha untuk menjadi berarti dalam hidupnya. Sebagai orang cacat, ia mendapat berbagai halangan untuk mencapai nilai itu. Bukan saja keterbatasannya secara fisik, tetapi juga pandangan manusia normal yang cenderung meremehkan orang cacat.
Saraswati merupakan gadis remaja yang sedikit berbeda dengan gadis ia memiliki kecacatan yaitu bisu dan tuli pada saat itu ia kehilangan seluruh anggota keluarganya karena terjadi kecelakaan pada anggota keluarganya, Saraswati pun menjadi anak yang sebatang kara ia pun harus pindah dari Jakarta ke Padang panjang untuk tinggal bersama Angah dan kedua putranya yaitu Busra dan Bisri.
Awalnya Saraswati merasa nyaman dengan keluarga barunya lalu, Saraswati menjadi sangat kesalkarena ia diminta untuk mengurus itik dan menggembala kambing, pada saat itu dia merasa tidak
dihargai sama sekali dan anak-anak di desa pun juga sering mengganggunya. Pada suatu hari Saraswati tidak bisa menahan emosinya lagi dan ia pun melakukan pemberontakan kepada keluarga
barunya ia berhenti untuk menggembala itik dan menggembala kambing dan juga melakukan ugas-tugas rumah lainnya. Setelah pemberontakan itu Saraswati tak lagi diminta untuk mengurus itik dan gembala kambing ia diminta untuk belajar menjahit dan menyulam bahkan ia juga diajari untuk
membaca dan menulis serta berbicara. Setelah itu Saraswati pun kembali akrab dengan keluarganya Bisri telah menjadi tentara dan pada saat itu Saraswati rindu dengan Bisri dan mulai jatuh cinta dengan Bisri.
Pada suatu hari terjadi peperangan di daerahnya, ketika tentara musuh menyerbu rumah mereka
angah dan Saraswati pergi meninggalkan rumah dan bergabung dengan gerombolan lain untuk
mencari tempat yang aman busra terpisah dengan mereka pada saat itu, Saraswati angah beserta
gerombolannya terus melakukan perjalanan untuk mencari tempat yang aman dari serangan musuh,
sayangnya pada suatu serangan angah mati tertembak dalam gerombolan lainnya dan Saraswati pun
menjadi sendiri lagi ia hanya bisa terus berlari untuk menyelamatkan diri dengan membawa rasa sedih di dalam hatinya. Pada akhirnya Saraswati pun bisa bertemu dengan gerombolan lainnya dan pada saat itu juga ia bertemu dengan gadis sebaiknya bernama Tati dan mereka bisa menjadi sahabat. Pada suatu ketika Saraswati akhirnya dapat bertemu dengan Bisri namun sayangnya Bisri telah menjadi kekasih Tati, Saraswati merasa sakit hati dan ia meninggalkan mereka dan gerombolannya, iya pergi sendirian dengan rasa putus, iya merasa sangat tersakiti. Lalu di ujung keputusasaannya, iya dapat bertemu dengan Busra Saraswati merasa sangat bahagia ia kembali menemukan semangat hidupnya dan tak lama kemudian bala bantuan menemukan mereka dan membawa mereka ke tempat yang aman, seiring berjalannya waktu Saraswati menjalani rehabilitas di Solo terpisah dengan Busra, ia sedang mengembangkan usaha ternaknya di kampung, Saraswati juga mendapatkan kabar dari Bisri bahwa ia telah lulus kuliah dari Jakarta, mendengar sesuatu tentang Bisri yang masih menyakiti hatinya, Busra kembali memberikan kabar bahwa usaha ternaknya sudah cukup sukses, Saraswati pun juga memberikan kabar kepadanya bahwa ia akan pulang ke kampung dan hidup dengannya.
Tokoh Dan Penokohan
A. Saraswati : sebagai tokoh utama memiliki watak yang penurut, sabar perasa, dan pantang menyerah.
B. Busra : sebagai tokoh yang sangat dekat dengan tokoh utama memiliki watak baik hati, penyayang dan mau membantu.
C. Bisri : sebagai tokoh yang dekat dengan tokoh utama memiliki watak yang sangat jahil.
D. Angah : sebagai tokoh yang tidak terlalu dekat dengan tokoh utama memiliki watak yang baik hati dan penyayang.
Kelebihan
Menceritakan tentang seseorang yang cacat dan mengalami cobaan dalam hidupnya, hal itu agar kita dapat bersyukur terhadap apa yang kita miliki saat ini, dan jangan cepat menyerah menjalani hidup karena kita harus selalu bersyukur.
Kekurangan
Penulis tidak terlalu banyak membicarakan tentang sejarah, siapa, dan bagaimana kehidupan
dari Saraswati sendiri.
Penutupan
Jadi buku ini menginginkan kita sebagai pembaca agar bisa tegar dalam menghadapi segala macam masalah yang tengah dihadapi . Tidak perlu merasa rendah diri atas kekurangan yang kita miliki, melainkan kita harus menonjolkan kelebihan kita yang tidak dimiliki oleh orang lain .

0 Komentar