Pendahuluan
Buku ini ditulis oleh Ilya Grigoryevich Dzhirkvelov seorang penulis, jurnalis dan mantan anggota agen rahasia KGB yang memberontak Uni Soviet pada 1980. Dia lahir tahun 1927 di Tbisili, Georgia. Sejak pemberontakannya itu pada tahun 1980 dia tinggal di Inggris, dikarena kan itu dia dijatuhi hukuman mati in absaensia.

Sinopsis
    Pada awal cerita diceritakan latar belakang penulis yakni Ilya Dzhirkvelov ketika masih remaja, betapa ia sangat mengagumi sosok ayahnya yang merupakan pahlawan perang yang gugur untuk membela negaranya yakni Uni Soviet. Diceritakan Ilya Dzhirkvelov pada akhirnya keluar dari sekolah dan menjadi sukarelawan untuk membantu Uni Soviet bertempur. Setelah Allah menjadi sukarelawan Ilya meminta untuk dapat maju ke medan pertempuran kepada komandan. Setelah diberi izin beliau lanjut berkemas dan mengikuti tugas pertamanya. Untuk tugas pertamanya sebagai prajurit yang berada di medan tempur ialah ditugaskan sebagai pembawa obat-obatan dan perlengkapan perang, Uni Soviet sedang mengepung sebuah daerah yang telah memberontak dengan bekerja sama dengan Nazi atau Jerman. Namun rencana Uni Soviet ini cukup sulit karena markas musuh terletak di atas gunung sehingga sulit untuk di dobrak masuk. Namun setelah menggunakan beberapa strategi pada akhirnya Soviet dapat mengambil alih tempat tersebut dan menaklukkan pemberontak yang terdiri dari gabungan Nazi dan bangsa Tartar yang merupakan bangsa asli Rusia. Pada perang tersebut banyak sekali korban berjatuhan namun Ilya tetap berpegang pada pendirian untuk mengikuti jejak ayahnya.

    Untuk tugas kedua Ilya diperintahkan untuk tinggal di sebuah rumah bersama orang Tartar, kebanyakan dari mereka terdiri dari wanita dan anak-anak. Namun pada malam hari ini harus berkumpul dengan tentara Soviet yang lain dan ditugaskan untuk mengantar para wanita dan anak-anak bangsa tartar untuk pergi menuju tempat yang tidak diketahui.

    Setelah peristiwa tersebut ia ditugaskan untuk mengawal sebuah rapat penting pertemuan antara tiga orang penting di dunia. Yaitu pertemuan antara Roosevelt presiden Amerika, Churchill perdana menteri Inggris, dan Stalin sebagai pemimpin Uni Soviet. Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa hal yang berhubungan dengan politik antara ketiga negara tersebut, akan terjadi sebuah perjanjian yang masih harus dibahas. Namun Soviet sebagai pihak yang menyelenggarakannya akan membuat proposal terlebih dahulu yang akan menguntungkan Soviet.

    Setelah itu terjadi beberapa pemberontakan yang dilIlyakan oleh bangsa Ukraina dan Latvia. Ilya ditugaskan untuk mengurus salah satu pemberontakan yang terjadi di Latvia, proses penyergapan berjalan alot dan terjadi bIlya tembak antara pihak Latvia dan Soviet. Pihak Latvia terpojokan sampai ke sebuah bangunan tua tempat mereka melIlyakan strategi gerIlya, namun mereka melIlyakan bIlya tembak membawa pihak wanita dan anak-anak. Pernah sengitnya bIlya tembak yang terjadi terjadi kobaran api yang membakar satu gedung. Banyak korban berjatuhan dari pihak Soviet maupun Latvia namun terdapat satu pihak luar yang berhasil hidup namun terbakar. Akhirnya beliau dibawa untuk diinterogasi sebagai saksi agar perwira yang menjalankan tugas tidak dituduh sengaja membakar bangunan dan membunuh wanita serta anak-anak.

    Setelah pemberontakan di dalam Uni Soviet berhasil diatasi, Ilya menjalani masa damainya dikampung halamannya yakni Tbisili. Selama masa damainya itu Ilya hanya bertugas sebagai penjaga kota tersebut. Sampai suatu hari muncul sebuah surat dari komandan KGB yang menawarkan Ilya untuk mengikuti petihan agen rahasia KGB. Sejujurnya Ilya tidak terlalu ingin mengikutinya karena harus pindah ke Moskow untuk beberapa saat. Ilya meminta saran kepada Ibunya, ibunya memasang muka khawatir dan cemas karena untuk kesekian kalinya Ilya harus pergi, Namun sang ibu tetap memberi dukungan karena Ilya tidak akan berkembang jika terus tinggal di Tbisili. Oleh sebab itu Ibu Ilya memberikan izin dan Ilya pergi ke Moskow

    Ilya ditugaskan di Direktorat Utama Satu KGB bidang intelejen yang dipimpin Letjend Pyotr Fedotov, Ilya bekerja di bawah Michael Natsvlishvili Kepala Bagian Timur Tengah dan Asia Barat yaitu melIlyakan spoinase terhadap Iran. Ilya mulai belajar bahasa Persia yang sulit buatnya tapi untungnya Ilya bisa bahasa Armenia jadi Ilya bisa mengIlya orang Armenia asal Iran yang ternyata sangat berguna kemudian hari.

    Saat itu situasi politik Iran sedang goyah karena pemberontakan di Azebaijan bagian wilayah Iran dimana hal itu diprovokasi Uni Sovyet dengan tujuan Azerbaijan berpisah dari Iran dan bergabung dengan Uni Sovyet. Tetapi Iran berhasil menundukkan pemberontakan yang dilalukan oleh Partai Tudeh (Komunis). Pemimpin pemberontakan yang gagal tersebut akhirnya mati kecelakaan mobil yang diatur oleh KGB Azerbaijan karena dianggap saksi mata yang tidak dikehendaki.

    Pada tahun 1948 mereka mendapatkan tugas dari Stalin untuk menyelamatkan para pemimpin Partai Tudeh yang waktu itu masih di Iran dengan cara menyeludupkan ke seberang perbatasan satu demi satu. Untuk menyongsong saat Ilya dikirim ke Teheran untuk mengambil alih pimpinan kelompok pemuda revolusioner Iran, Ilya belajar bahasa Persia, menggunakan segala jenis senjata, teknik pengintaian, berkelahi tangan kosong. Para pemimpin Partai Tadeh dengan cara menyamar menjadi petani desa dengan naik kuda, keledai atau diangkut dengan gerobak dan menghindari pos-pos tentara perbatasan. Ada kalanya pos-pos pengamatan perbatasan Iran dan Azerbaijan dikejutkan munculnya tabir asap tebal diiringin bunyi suara senapan dn ledakan sehingga para tentara kocar-kacir sehingga 5 anggota Sentral Komite Partai Tudeh berhasil melintasi perbatasan tanpa ada yang mencegat dan bisa diberangkatkan ke Moskow. Namun ternyata masih ada seorang pemimpin Partai Tudeh tertinggal di Iran Bernama Kombakhsh dan tugasnya membantu melarikan diri. Dia didandani pakaian wanita seolah-olah ibunya, sambil menunggang keledai melintasi perbatasan dengan selamat sampai Turkmenia kemudian mereka diterbangkan ke Moskow dengan pesawat khusus Bersama perwira-perwira KGB Turkmenia.

    Ilya direncanakan bertugas atau bekerja di Iran untuk memimpin kelompok pemuda militan dan melaksanakan operasi-operasi rahasia. Namun sebelumnya Ilya disuruh mempelajari satu kasus “Jafar” seorang agen ganda yang bekerja untuk badan-badan intelejen Turki dan Barat dengan misi menyingkirkannya dan berhasil.

    Misi selanjutnya Ilya ditugaskan ke Teheran kembali untuk menyingkirkan Kazbek, dia adalah salah satu agen mereka berasal dari Armenia bernama asli Sarkisyan namun ternyata dia agen ganda. Misipun berhasil memulangkannya ke Moskow dengan label “kiriman diplomatic khusus”.

    Tahun 1949 disaat Ilya menunggu penempatan tugas Ilya dipanggil menghadap Bagian Personalia Komite Informasi di Moscow. Ilya terkejut karena dituduh mencurangi Partai dan KGB, hanya karena masa lalu ayahnya yang justru Ilya kenal sampai usiIlya 3 tahun, wajahnyapun Ilya lupa. Cerita mengenai ayah Ilya ketahui dari cerita ibunya. Ayahnya sudah meninggal sembilan belas tahun yang lalu, dan Ilya sudah lima tahun bekerja untuk KGB. Ilya kan sudah membuktikan kesetiaannya pada rezim Soviet dan KGB. Menurutnya ayahnya tidak tewas dalam manuver tahun 1930 tapi ditangkap NKVDpada tahun 1934 karena merupaka musuh rakyat yang kemudain dihukum 10 tahun dilanjutkan hukuman eksekusi tahun 1937. Ilya diskors dan semua dokumen yang ada padauk dikembalikan ke Bagian Personalia.

    Disaat karirknya diujung tanjuk secara bersamaan Kolonel Otroshehenko dan Kolonel Sosmin serta para pejabat tinggi lainnya dianugerahi tanda jasa militer karena berhasil menyelamatkan para Pemimpin Partai Tudeh, Ilya disisihkan dari daftar penerima tanda jasa dan tidak lama lagi akan kehilangan pekerjaan. Namun khabar baik datang seminggu kemudian Ilya dipanggil lagi Bagian Personalia, karena ayah Ilya menceraikan ibunya Ketika Ilya berumur dua tahun dan karenanya tidak mungkin Ilya dicekoki pemikiran anti soviet atau antisosialis, maka Ilya tetap bekerja dalam dinas intelejen tetapi bukan untuk melaukan tugas-tugas operasi melainkan bekerja di Bagian Arsip.

    Bekerja di Bagian Arsip semakin bertambah saja pengetahuannya tentang cara-cara kerja dinas rahasia. Ilya biasa menekuni dokumen-dokumen yang disimpan di situ sampai larut malam. Hal itu bisa dilIlyakan karena mereka sering harus bekerja sampai pukul satu dinihari jadi perbuatannya sama sekali tidak menimbulkan kecurigaan

    Setelah hamper dua tahun bekerja di Bagian Arsip dan tamat kursus malam hari dari Sekolah Lanjutan Kepartaian, Ilya dinilai sudah menyelesaikan Pendidikan politiknya dan sedikit banyak telah memulihkan nama baiknya yang tercemar sebagai akibat dibeberkannya kesalahan ayahnya. Bulan Agustus 1952 Ilya dipindahtugaskan di Bagian Amerika dari KGB, yang waktu itu dikepalai oleh Kolonel Raina. Raina menjelaskan bahwa semakin sulit bagi mereka, untuk beroperasi di Amerika karena Amerika sudah sangat meningkatkan mutu kegiatan kontraintelejennya. Ilya mengusulkan operasi intelejen yang kemudian diberi kata sandi “Tuman” yang berarti Kabut. Dalam waktu tidak lama Ilya dipanggil lagi untuk ditugaskan menjadi orang “illegal”.

    Tanggal 2 Maret 1953 ada berita jika Stalin sakit kemudan meninggal tanggal 6 Maret 1953 dan dimakamkan di Lapangan Merah.

    Pusat kekukasaan itu bukanlah Kremlin melainkan tempat Sekretaris Jenderal Sentral Komite Partai Komunis Uni Soviet berkantor, dimana para anggota “apparat” Sentral Komite bekerja. Apparat Sentral Komite terdiri atas sejumlah departemen dan masing-masing berwenang atas segi kehidupan sosial dan ekonomi negara. Departemen Agitasi dan Propaganda berwenang atas keseluruhan media pers, radio dan televisi. Departemen Organ Administrasi mengawasi penunjukan dan fungsi-fungsi dalam KGB, GRU dan dinas rahasia lainnya. Departemen Sains dan Kebudayaan menangani ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Departemen Internasional menentukan kebijaka luar negeri dan hubungan dengan partai-partai komunis serta partai-partai sayap kiri lainnya di luar negeri.

    Ilya benci pada gaya hidup segenap apparat Sentral Komite itu, karena tidak seoranpun bekerja di situ mewakili kepentingan rakyat Soviet, mereka lebih mementingkan kesejahteraan diri sendiri serta pelestarian system yang mendatangkan begitu banyak faedah bagi mereka sendiri dan memberi mereka hak untuk menentukan nasib orang lain.

    Setelah kematian Stalin terjadi perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh para Jenderal atau pimpinan partai yaitu Lavrenti Beria seorang kepala dinas rahasia yang kemudian ditangkap 28 Juni 1953 bersama pendukung terdekat Kabulov, Merkulov dan Dekanozov selanjutnya dieksekusi tanpa diadili. Perebutan kekuasaan selanjutnya oleh Khrushchev seorang Sekretaris Jenderal yang menciptakan istilah baru “otoritas pemimpin”.

Kelebihan
    Buku ini menceritakan secara detail peristiwa demi peristiwa. Buku ini mampu membawa kita kembali ke suasana perang pada tahun 1900-an, kita seolah-olah diajak berjalan saat peristiwa zaman itu. Buku ini juga menangkat tema yang menarik dan mengambil sudut pandang yang strategis karena dari dalam Uni Soviet yang dimana sangat jarang prajurit rahasa Uni Soviet mau menceritakan pengalamannya saat bertugas.

Kekurangan
    Karena terlalu detail maka ada kecenderungan cerita keluar dari topik yang dibahas, sehingga beberapa kali kehilangan jejak atau arah cerita. Penulis terlalu detail menceitakan latar belakang sesorang yang ditemuinya. Terkadang penulis menghabiskan 1-2 lembar untuk membahas peran sesorang yang tidak berpengaruh dalam cerita

Penutup
    Buku ini mengambil tema yang sangat menarik dengan sudut pandang yang bagus. Buku ini mampu membawakan suasana, konflik dan kejadian yang terjadi dengan ciamik. Ilya Dzhirkvelov dengan mampu menceritakan kisahnya dengan baik.

    Bukunya berjudul “Agen KGB” merupakan cerita yang didasarkan oleh pengalamannya sebagai prajurit di organisasi KGB. Ceritanya membuat saya mengetahui seluk beluk konflik dan kejadian pada zaman perang khususnya Uni Soviet