Judul buku : Senyum Karyamin
Penulis : Ahmad Tohari
Penerjemah : -
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : Maret 2015
Jumlah halaman : 88 hlm
Ukuran buku : 21 cm
Harga buku : -
ISBN : 978-979-22-9736-2
Cetakan : Cetakan kesepuluh, Maret 2015
Penerjemah : -
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : Maret 2015
Jumlah halaman : 88 hlm
Ukuran buku : 21 cm
Harga buku : -
ISBN : 978-979-22-9736-2
Cetakan : Cetakan kesepuluh, Maret 2015
Tema
Buku karya Ahmad Tohari yang berjudul Senyum Karyamin ini berisi tentang kumpulan 13 cerpen. Kumpulan cerpen yang ada di buku ini merupakan kumpulan cerpen dari tahun 1976 dan 1986. Buku ini merupakan buku cetakan kesepuluh yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama.
Pembukaan
Buku Senyum Karyamin ditulis oleh Ahmad Tohari lahir di Tinggarjaya desa di kecamatan Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah pada 13 Juni 1948. Ia adalah seorang sastrawan dan budayawan yang berkewarganegaraan Indonesia. Ia merupakan lulusan salah satu SMA di Purwokerto, lalu melanjutkan kuliah di Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun (1967 - 1970), lalu Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman (1974 - 1975), dan yang terakhir Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (1975 - 1976). Dia merupakan seorang penulis terkenal dan buku yang paling terkenal nya adalah Ronggeng Dukuh Paruk (1982) dan Di Kaki Bukit Cibalak (1986).
Isi
Buku Senyum Karyamin yang merupakan buku yang berisi kumpulan dari 13 cerpen yang ditulis oleh Ahmad Tohari. Dalam kumpulan Ahmad Tohari menyajikan kehidupan pedesaan dan kehidupan orang-orang kecil yang lugu dan sederhana. Mulai dari kisah yang menceritakan seseorang yang selalu tersenyum dalam menghadapi sebuah rintangan atau masalah yang terjadi dalam hidup nya (Senyum Karyamin). Sebuah cerita tentang pengertian dari kesetiakawanan dalam sebuah persahabatan atau pertemanan (Jasa- jasa Buat Sanwirya). Sebuah cerita yang menunjukkan sebuah pemikiran tentang pernikahan dini yang masih menjadi keluguan para orang-orang desa (Si Minem Beranak Bayi). Sebuah cerita pendek yang bertema tentang pertemanan atau persahabatan (Surabanglus). Lalu mendapatkan karma yang membawa sesuatu yang buruk (Tinggal Matanya Berkedip-kedip).
Cerita mengenai seorang teman yang memiliki rasa setia kawan (Ah, Jakarta). Kisah tentang seseorang yang memiliki keterbatasan mental tetapi mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekatnya (Blokeng). Sebuah cerita yang menceritakan tentang sebuah budaya khas dari daerah tersebut (Syukuran Sutabawor). Tentang seseorang yang mencari sebuah titik terang (Rumah Yang Terang). Tentang seseorang kesombongan seseorang yang mendapatkan karma buruk (Kenthus). Sebuah kisah mengenai gaya hidup atau kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari (Orang-orang Seberang Kali). Sebuah kisah tentang keterbatasan mental (Wangon Jatilawang). Cerita tentang pengemis yang mencari nafkah menggunakan sholawat badar (Pengemis dan Shalawat Badar).
Dari semua buku karya-karyamin ada satu buku yang cukup menarik perhatian, yaitu Blokeng menceritakan seorang perempuan yang mengalami keterbelakangan mental, tetapi ada suatu kejadian dimana Blokeng diperkosa dan hamil. Sampai Blokeng melahirkan Blokeng tidak tahu siapa ayah biologis dari bayi yang dilahirkannya bayi yang dilahirkannya adalah bayi perempuan. Pada saat itu ada Pak lurah yang memiliki niat untuk mengadopsi anak yang Blokeng lahirkan, bersamaan dengan itu Blokeng juga memberikan petunjuk siapakah yang menghampirinya dan Blokeng menyebutkan petunjuk-petunjuk tersebut para laki-laki di kampungnya selalu melakukan sebaliknya. Seperti orang yang menghamili Blokeng tidak botak kemudian semua laki-laki di kampung tersebut langsung menggunting rambutnya hingga botak. Karena tidak ada satupun orang yang ingin mengakui bahwa ia telah menghamili Blokeng.
Tokoh dan Penokohan
Blokeng : Baik, Memiliki Keterbelakangan Mental
Blokeng adalah seseorang yang memiliki keterbelakangan mental sejak lahir tetapi setelah semua masalah yang terjadi Blokeng tidak memiliki dendam kepada siapa pun.
Hansip : Suka Menolong, Bertanggung Jawab
Hansip bertanggung jawab terhadap warganya yaitu menjaga warga nya dan Hansip juga membantu untuk menolong Blokeng.
Pak Lurah : Tegas, Bijaksana, Suka Menolong
Pak Lurah membantu untuk menolong Blokeng dan bertindak bijaksana dalam setiap keputusan yang diambil untuk warganya.
Setting Latar
Latar yang paling sering digunakan di dalam Cerita Blokeng yaitu, Kampung Blokeng, Rumah Blokeng.
Nilai – Nilai dalam Cerita Blokeng
Nilai Estetika: Cerita ini memiliki nilai estetika karena kejadian yang diceritakan terasa sangat nyata
Nilai Sosial: Cerita ini memiliki nilai sosial dimana Blokeng dibantu oleh beberapa orang tanpa memilih atau melihat derajat Blokeng.
Nilai Moral: Cerita ini memiliki nilai moral yaitu harus berusaha terus menerus bagaimanapun hasilnya.
Nilai Pendidikan: Cerita memiliki nilai pendidikan yaitu para orang-orang yang memiliki pendidikan harus membantu para orang-orang yang kurang tahu atau masih lugu tentang dunia luar.
Nilai Budaya: Buku ini memiliki nilai budaya yaitu ada salah satu cerpen yang bercerita tentang budaya khas dari suatu daerah.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan
Kumpulan kisah Karyamin ini merupakan kumpulan dari cerpen yang mempunyai banyak nilai-nilai kehidupan. Penulis berhasil membuat cerita ini terasa sangat nyata sesuai dengan kehidupan saat ini. Penulis juga berhasil menyampaikan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita, secara sederhana. Kumpulan dari cerita ini pun juga menyadarkan kita pada keadaan saat ini mulai dari kehidupan orang-orang kecil.
Kekurangan
Di dalam buku ini terdapat beberapa kata yang merupakan bahasa daerah dan tidak memiliki arti dalam bahasa Indonesia atau KBBI sehingga beberapa kata di dalam buku ini sedikit sulit dimengerti untuk pembaca yang tidak mengetahui bahasa tersebut.
Penutup
Buku ini mengajarkan kita banyak hal-hal sederhana yang dapat diambil nilai-nilainya khususnya dalam kehidupan nyata. Bahkan buku ini merupakan Indonesia yang sesungguhnya karena bagi Ahmad Tohari perilaku sederhana menjadi akar yang kuat dalam mencapai kebahagiaan.
0 Komentar