Judul Buku         : Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan

Penulis         : Dewi Anggraeni

Penerjemah         : -


Penerbit         : Pt Kompas Media Nusantara


Tahun Terbit         : Cetakan kedua, Mei 2023


Jumlah Halaman : xxxix + 214 halaman 


Ukuran Buku         : 14 cm × 21 cm 


Harga Buku         : Rp 99.000,00


ISBN         : 978-979-709-809-4


Cetakan         :  ke-2




Tema: Politik


pembukaan: 


Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan, sebuah buku yang memotret peristiwa Mei 1998 dan memaparkan dengan detail perjuangan para perempuan yang tak kenal lelah mengungkap kebenaran dan mengupayakan keadilan bagi korban hingga melahirkan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan, yang dikenal sebagai Komnas Perempuan.


isi:


Kerusuhan Mei 1998 adalah hasil rekayasa dari pihak-pihak yang memanfaatkan krisis ekonomi dan kondisi sosial politik yang rawan.akibat kerusuhan ini membuat  perusakan besar besaran dari tempat usaha maupun tempat tinggal warga etnis Tionghoa,dengan mengorbankan sejumlah besar warga non-tionghoa terutama yang tidak mampu, mereka dihasut dan digiring ke dalam gedung gedung yang kemudian dibakar. tidak hanya itu saja, terjadi banyak  pemerkosaan,dan hal tersebut  menggugah tokoh tokoh masyarakat, pekerja kemanusiaan dan pembela HAM,sehingga mereka menggalang kekuatan untuk menyatakan protes, yang disampaikan kepada Presiden B.J.Habibie pada 15 juli 1998.Presiden menyatakan mengutuk kejahatan seksual tersebut dan menjanjikan perlindungan kepada semua warga negara. Pertemuan dengan Habibie juga menghasilkan janji didirikannya badan Independen, Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan ( Komnas Perempuan) dan dibentuk tim Gabungan Pencari Fakta atas Kerusuhan Mei 1998,namun sampai saat ini belum ada pelaku kejahatan kerusuhan Mei 1998 yang dibawa ke pengadilan. 


Tokoh dan penokohan:


Dr. (HC) Drs. Sinta Nuriyah Wahid, M. Si. lahir di Jombang pada tanggal 8 Maret 1948. Sinta menjadi rujukan publik terutama mengenai isu-isu kesetaraan gender, toleransi, dan hak asasi manusia. ia memang tipikal perempuan pejuang. Kesetaraan, toleransi, dan hak asasi perempuan ia perjuangkan semenjak remaja. Sinta aktif sebagai Dewan Penasehat. Lebih dari itu, ia sudah seperti guru ideologis bagi banyak aktivis KUPI.


B. J. Habibie merupakan presiden RI ke-3. beliau membantu perlindungan kepada warga negara, dan memiliki karakter yang bijaksana dan bertanggung jawab.


Rita Serena Kolibonso merupakan seorang Ketua Pengurus Yayasan Mitra Perempuan Women’s Crisis Center, yang menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan,termasuk kekerasan dalam rumah tangga. beliau memiliki karakter yang peduli sesama dan penyayang 


Setting Latar:

Jakarta


Nilai nilai yang terkandung:


nilai moral : sebagai manusia kita harus saling menghargai dan menghormati sesama

nilai sosial : kita harus saling membantu satu sama lain yang sedang menghadapi kesulitan

nilai pendidikan : mendidik masyarakat untuk bersikap lebih baik 


kelebihan dan kekurangan:


buku ini ditulis sangat baik karena penjelasan yang diberikan mudah untuk dipahami dan pembaca dapat menghayati serta merasakan rasa menakutkan yang terjadi pada tragedi mei 1998. buku ini tidak disarankan untuk anak kecil karena terkandung kata-kata kasar dan tindakan kekerasan. 


penutup: 


buku ini berisi  mengenai  peristiwa Mei 1998 dan memaparkan dengan detail perjuangan para perempuan yang tak kenal lelah mengungkap kebenaran dan mengupayakan keadilan bagi masyarakat. dengan penulisan buku yang mudah dipahami membuat pembaca dapat menghayati serta merasakan suasana pada saat kerusuhan. kata-kata yang terkandung dalam buku tersebut terdapat kata negatif sehingga tidak cocok dibaca untuk anak kecil.